Home / NEWS / Status Mahasiswa Bukan Penghalang Jadi Pengusaha

Status Mahasiswa Bukan Penghalang Jadi Pengusaha

IMG-20180318-WA0020

lpminvest.com – Mengaku sempat tidak diperbolehkan berbisnis oleh ayahnya, owner Sate Taichan Mang Enak, Muhamad Al-Firdausiahla (19) kini mampu meraup omzet 300 hingga 400 ribu rupiah per hari. Pria asli Semarang ini berhasil membuktikan kepada ayahnya bahwa ia mampu berbisnis tanpa mengganggu kuliahnya. Karena baginya, status mahasiswa tidak menjadi penghalang untuk segera memulai bisnis.

“Kalau setiap hari, saya bisa memeroleh laba bersih sekitar 300 ribu sampai 400 ribu rupiah. Kalau bulan Januari dan Februari kemarin, omzet saya mencapai 10 hingga 11 juta rupiah,” ungkapnya saat diwawancarai kru lpminvest.com. Jumat, (16/03/2018).

Bertempat di depan Toko Idjo Ngaliyan Semarang, mahasiswa prodi Ekonomi Syariah UIN Walisongo Semarang ini memulai bisnisnya sejak 12 September 2017 lalu. Dengan bisnisnya, Ardo sapaan akrabnya, mampu membuka lapangan pekerjaan bagi teman kuliahnya. Lima orang temannya ia berdayakan menjadi karyawan sekaligus partner kerja.

Ide berjualan Sate Taichan Mang Enak bermula dari kesukaan Ardo pada Sate Taichan yang cukup terkenal di daerah Semarang. Ia mengaku ketagihan, sehingga hampir setiap hari ia membeli Sate Taichan tersebut.

“Awalnya saya mempunyai langganan Sate Taichan di daerah Semarang, hampir setiap hari saya ke sana. Saya sebagai mahasiswa Ekonomi mulai berpikir agar tidak konsumtif terus. Jadi saya mulai mencari resep dan mulai mencoba membuat sendiri,” jelas mahasiswa semester empat tersebut.

Setelah beberapa kali percobaan, akhirnya ia menemukan resep yang pas. Dan mulai menjajakan Sate Taichan ke sekolah-sekolah.

“Awal mulanya, saya jual di sekolah-sekolah dan saya titipkan ke adik saya sekitar 10 sampai 20 porsi. Ternyata teman-temannya suka dan banyak yang request juga,” terangnya.

Bagi pria berkulit putih ini, memiliki kemauan yang kuat adalah hal terpenting dalam berbisnis. Ia juga berpesan kepada mahasiswa agar jangan pernah menganggap remeh suatu usaha, sekecil apapun usaha itu.

“Asalkan kita mau saja dan jalankan dulu. Kalau mikir terus kapan jalannya. Sekecil apapun usaha itu jangan diremehin, banyak orang yang meremehkan usaha seperti siomai di kira keuntungannya sedikit, padahal cukup banyak. Kalau bisa, justru kita bantu beli,” pungkasnya. (Gozali-[i])

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*