Home / NEWS / Tak Kunjung Ada Kejelasan, KBMW Gelar Aksi Tolak JKN

Tak Kunjung Ada Kejelasan, KBMW Gelar Aksi Tolak JKN

Ratusan Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa terkait penolakan pembuatan Kartu JKN. Berlangsung di depan Gedung Rektorat Kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Jum'at, (12/01/2018). Doc. LPM Invest.

Ratusan Mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa terkait penolakan pembuatan Kartu JKN. Berlangsung di depan Gedung Rektorat Kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Jum’at, (12/01/2018). Doc. LPM Invest.

lpminvest.com– Keluarga Besar Mahasiswa Walisongo (KBMW-red) menggelar aksi terkait penolakan pembuatan kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Aksi unjuk rasa ini merupakan tindak lanjut Nota Keberatan No. 001/A/DEMA-U/I/2018 yang dilayangkan Mandataris DEMA  tertanggal 5 Januari 2018. Unjuk rasa berlangsung di depan Gedung Rektorat Kampus 1 UIN Walisongo Semarang. Jum’at, (12/01/2018).

Ahmad Sylvan, selaku koordinator lapangan (Korlap) menjelaskan bahwa aksi dimulai dengan titik kumpul di samping Auditorium 2 Kampus 3 dilanjutkan longmarch menuju Gedung Rektorat Kampus 1.

“Aksi kita mulai pukul 08.00 pagi, yang diawali kumpul di samping Auditorium II Kampus 3, kemudian kita jalan kaki ke arah Kampus 2 lalu turun ke depan gedung Kantor Rektorat Kampus 1 UIN Walisongo,” tutur Ahmad  Silvan, saat menjelaskan rute aksi sebelum aksi dimulai.

Sylvan menambahkan, aksi penolakan JKN ini diikuti sekitar 180 mahasiswa dari berbagai lintas fakultas, dimana sebelumnya dari hasil setting aksi hanya sekitar 165 mahasiswa.

“Massa aksi saat setting akhir diperkirakan hanya sekitar 165 saja, namun yang hadir pada hari ini sekitar 180-an mahasiswa bahkan lebih, hal ini tentu diluar ekspektasi” tutur mahasiswa angkatan 2014 itu.

Ketidaksetujuan  atas kebijakan terkait kewajiban kepesertaan JKN bagi mahasiswa, juga menimbulkan reaksi dari peserta aksi yang mengatasnamakan KBMW ini.

“Saya tidak setuju. Kebijakan Birokrasi yang mewajibkan mahasiswa memiliki kartu JKN saya rasa terlalu sepihak,” tutur Zulfia, mahasiswa prodi Akuntansi Syariah.

Senada dengan Zulfa, Nabila juga menyatakan sikap ketidaksetujuannya atas kebijakan yang dikeluarkan melalui SK Rektor terkait kepesertaan JKN.

“Saya rasa anggaran untuk kesehatan mahasiswa sudah ada dalam BKT-UKT yang sudah kita bayarkan setiap semesternya, tapi kenapa kita dipaksa untuk ikut daftar di JKN atau BPJS itu” ungkap mahasiswa FITK saat diwawancarai kru lpminvest.com

Nabila menambahkan, sosialisasi dari pihak  kampus dinilai mendadak dan berbarengan dengan waktu libur.

“Sosialisasi dari pihak kampus terkesan mendadak dan momenya juga tidak tepat, karena pada saat mahasiswa sedang liburan atau  sudah  terlanjur pada pulang” tandas mahasiswi prodi PIAUD semerter 3 itu. (Aisyah, Lisa, Risky_[i])

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*