Home / NEWS / Moderasi di Kalangan Akademisi Dinilai Lamban

Moderasi di Kalangan Akademisi Dinilai Lamban

Foto bersama Guru Besar dan kalangan akademisi pasca diskusi "Rahim Bangsa" di Auditorium 1 Lantai II UIN Walisongo Semarang. Selasa, (28/02/2017)

Foto bersama Guru Besar dan kalangan akademisi pasca diskusi “Rahim Bangsa” di Auditorium 1 Lantai II UIN Walisongo Semarang. Selasa, (28/02/2017)

“Kalangan akademisi dianggap terlalu lama berdiam diri untuk tidak ikut campur dalam urusan ini, sehingga saat ini kita dituntut untuk menyuarakan moderasi khususnya Islam yang moderat, Islam yang rahmatan lil ‘alamin.” (Prof. Muhibbin).

lpminvest.com– Dalam rangka meneguhkan Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo sebagai kampus yang moderat, segenap Guru Besar dan jajaran akademisi UIN Walisongo menyelenggarakan diskusi yang mengusung tema “Peneguhan Bumi Walisongo sebagai Benteng Moderasi”. Selasa, (28/02/2017).

Acara yang diselenggarakan di Auditorium 1 lantai II UIN Walisongo Semarang ini berawal dari kegelisahan  menguatnya kelompok yang saling bertentangan ideologi. Sebagaimana yang disampaikan oleh Nur Hasyim selaku dosen muda UIN Walisongo sekaligus ketua panitia diskusi.

“Ide ini berawal dari munculnya ujaran kebencian yang disampaikan di mimbar umum seperti Mimbar Jumat atau ceramah sehingga berpotensi memecah belah Islam.” Tutur Prof Muhibbin, selaku Rektor UIN Walisongo.

Dalam forum ini, Prof. Muhibbin juga menyampaikan bahwa sesungguhnya kalangan akademisi sudah seharusnya menunjukkan sikap moderat tidak hanya dalam hal wacana tetapi juga tindakan nyata.

“Kalangan akademisi dianggap terlalu lama berdiam diri untuk tidak ikut campur dalam urusan ini, sehingga saat ini kita dituntut untuk menyuarakan moderasi khususnya Islam yang moderat, Islam yang rahmatan lil ‘alamin.” tambah Muhibbin dalam pidatonya saat menjadi Pemantik diskusi.

Tidak hanya dari Rektor, salah satu Guru Besar UIN Walisongo Prof. M. Erfan Soebahar, menyatakan bahwa gagasan moderasi sesungguhnya telah muncul pada tahun 1980-an, namun baru direalisasikan saat kepemimpinan Prof. Muhibbin.

“Indonesia adalah negara Putri Duyung yang memiliki 14 ribu pulau. Andai saja Indonesia dimaknai sebagai Bumi Pertiwi yang sesungguhnya, maka akan menjadi negara yang tegas dan besar.” tandas Erfan.

Menindaklanjuti diskusi sarasehan yang mengusung moderasi di kalangan akademisi ini, UIN Walisongo akan menyelanggarakan diskusi lanjutan yang akan dilaksanakan di Wisma Perdamaian dengan mengundang seluruh Rektor Perguruan Tinggi se-Jawa Tengah pada 15 Maret 2017 mendatang. (Umi Khabibah [i]).

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*