Home / ARTIKEL / Aktivis Bawah Pohon

Aktivis Bawah Pohon

Apakah sebelumnya kalian pernah mendengar istilah ini? Aktivis bawah pohon. Begitu kami  menyebut mereka para mahasiswa dan mahasiswi yang membuka stand di bawah pohon, sebelumnya saya juga terinspirasi dari seorang dosen saya yang bercerita melihat para mahasiswa yang sedang berkumpul disepanjang jalan kampus III UIN Walisongo dibawah-bawah pohon.

Memilih tempat di bawah pohon bukanlah tanpa alasan. Strategi itu dilaksanakan selain guna solusi mencari tempat yang strategis, tetapi juga ditujukan untuk kenyamanan dalam pelaksanaan UKM dan guna mengajak mahasiswa yang lain agar mengetahui pentingnya organisasi dan berbagai kegiatan yang ada di kampus. Sehingga tercipta mahasiswa yang bersikap kritis dan peduli terhadap ilmu pengetahuan dan pasang surutnya negeri ini. Karena mahasiswa adalah sebagai agen of change bagi masa depan bangsa Indonesia.

Setiap tahun, setiap mahasiswa baru datang. Para senior selalu melakukan hal sama, membuka stand-stand di depan perpustakaan, depan kelas, depan audit. Tentu saja tujuannya satu, berburu mangsa mencari bakat para mahasiswa baru. Agar mahasiswa baru bisa melihat apa saja unit-unit kegiatan mahasiswa yang ada di kampus yang sekiranya cocok dengan bakat mereka.

Unit kegiatan mahasiswa ini tentu saja sangat bermanfaat, tetapi banyak pula yang terlalu asyik dengan titlenya sebagai aktivis mereka melupakan tugas utama mereka dalam bidang akademik. Bukankah lebih baik dua duanya bisa seimbangi?. Unit kegiatan mahasiswa ini diadakan agar para mahasiswa tidak hanya menjadi para mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) tetapi juga mempunyai kegiatan positive lainnya. Tetapi, sedikit banyak dari mereka menyalah gunakan kegiatan yang seharusnya positive ini, misalkan seperti ngoko-ngoko diwarung hingga larut malam dengan mengatas namakan kegiatan kampus.

UIN Walisongo memiliki unit kegiatan mahasiswa yang sangat beragam, dimulai dari lembaga-lembaga bahasa yang menawarkan para mahasiswa agar bisa memperdalam bahasa arab serta bahasa inggris mereka, lalu lembaga pers mahasiswa yang memberikan peluang kepada mereka untuk mengeluarkan bakat mereka dalam menulis, fotografer, desain grafis dll, lalu ada teater-teater, cabang-cabang olah raga, lalu lembaga yang berbau religius, dan beberapa organisasi-organisasi seperti PMII, HMI, dll.

Aktifis bawah pohon juga berperan menjembatani mahasiswa agar tak hanya mampu sukses kuliah akan tetapi juga sukses organisasi. Diharapkan mahasiswa mampu terjun ke masyarakat dan memajukan bangsa Indoesia. Sehingga aktifis bawah pohon mendapat respon positif sebagai salah satu pilar menjadi mahasiswa yang sukses kuliah dan organisasi. selain itu, diharapkan aktifis bawah pohon tetap menjaga akhlakul karimah sebagai identitas mahasiswa UIN Walisongo Semarang. (Uyun/Niswa) LPM_Invest

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*